KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS
DISUSUN OLEH:
DENNY MARGIANTO
17.94.0031
PRODI : ILMU PEMERINTAHAN
ABSTRAK
Karya Ilmiah ini berjudul "Peluang Bisnis Dari Merajut Tas" yang bertujuan untuk memberi gambaran pada sesrorang yang mempunyai hobi merajut bisa membuka suatu usaha kecil-kecilan. Tas rajut pun bisa menjadi trend fashion dikalangan wanita bisa dimulai dari remaja hingga orang dewasa.
ISI
A. Pembahasan
Usaha tas rajut adalah salah satu potensi terbesar yang layak anda lirik ketika anda tengah mencari ide usaha di bidang fashion. Pasalnya produk fashion memiliki pasar yang cukup luas, terutama di kalangan wanita. Trend fashion tas 2017 yang semakin berkembang pesat dewasa ini tentu tidak bisa terlepas dari berbagai aksesoris atau pelengkap lain yang mendukungnya. Coba anda lihat, dimana ada model pakaian terbaru, pasti ada yang mengikutinya, seperti model tas terbaru, sepatu terbaru, dan sebagainya. Bila kita membicarakan model tas terbaru yang sedang booming di kalangan para muda saat ini, anda pun pastinya akan segera mencari info updatenya dengan detail.
Tas rajut, bisa dikatakan peluang usaha yang baru di dunia fashion, yang pastinya sangat berbeda dengan tas konvensional, karena tas rajut dibuat langsung oleh tangan-tangan pengrajin yang profesional atau disebut tas handmade. Ini merupakan peluang usaha yang baru dan menjajikan. Karena setiap membuka usaha baru, terutama di dunia fashion harus memiliki karakter tersendiri agar produk lebih dikenal masyarakat.
Jogja sendiri memang sudah lama dikenal sebagai kota dengan sejuta kerajinan, dimana tren fashion dalam negeri berkembang dengan begitu cepat, bahkan hingga sampai terdengar di telinga negara tetangga. Berbagai model kerajinan batik, tas terbaru, sepatu, dan lain sebagainya dapat anda peroleh dengan mudah di kota Istimewa ini. Bisa dikatakan kota Jogja adalah pusat berbagai produsen tas rajut, yang brand nya sudah terdengar di penjuru Nusantara bahkan negara-negara tetangga.
B. Tips Memulai Usaha
1. Pemilihan Model Untuk Tas Rajut
Pasar tas rajut 80% adalah ibu-ibu dan hanya sedikit anak muda yang mau memakainya. Karena menganggap tas rajut bermodel klasik atau jadul. Oleh karena itu, Saya menyarankan untuk sesalu melihat trend fashion apa yang sedang booming. Lalu, kita bisa membuatnya dengan versi rajutan, sehingga kita tetap bisa menjual hasil rajutan ini.
Pasar tas rajut 80% adalah ibu-ibu dan hanya sedikit anak muda yang mau memakainya. Karena menganggap tas rajut bermodel klasik atau jadul. Oleh karena itu, Saya menyarankan untuk sesalu melihat trend fashion apa yang sedang booming. Lalu, kita bisa membuatnya dengan versi rajutan, sehingga kita tetap bisa menjual hasil rajutan ini.
2. Tempat Produksi
Untuk pemilihan tempat produksi, kita bisa memproduksi di rumah. karena produk yang kita merupakan hasil handmade yang tidak menggunakan alat-alat besar.
Untuk pemilihan tempat produksi, kita bisa memproduksi di rumah. karena produk yang kita merupakan hasil handmade yang tidak menggunakan alat-alat besar.
3. Harga
Penetapan harga dari produk tas rajut berdasarkan pada biaya produksi yang digunakan meliputi jenis dan banyaknya bahan yang terpakai, tingkat kesulitan dan lama pembuatannya serta keunikan dari tas rajut tersebut.
Penetapan harga dari produk tas rajut berdasarkan pada biaya produksi yang digunakan meliputi jenis dan banyaknya bahan yang terpakai, tingkat kesulitan dan lama pembuatannya serta keunikan dari tas rajut tersebut.
4. Pemasaran
Proses pemasaran dilakukan dengan dua cara yaitu secara online dan offline. Secara online dengan promosi di social network seperti facebook denganmengunggah foto beraneka ragam tas rajut serta di toko-toko online lainnya. Sedang untuk promosi offline dilakukan dengan cara menitipkan barang di koperasi, penyebaran brosur dikhalayak ramai (alun-alun kota, pasar, mall, dan lain sebagainya), dan kalau perlu membuat poster atau banner untuk tas rajut yang telah diproduksi.
Proses pemasaran dilakukan dengan dua cara yaitu secara online dan offline. Secara online dengan promosi di social network seperti facebook denganmengunggah foto beraneka ragam tas rajut serta di toko-toko online lainnya. Sedang untuk promosi offline dilakukan dengan cara menitipkan barang di koperasi, penyebaran brosur dikhalayak ramai (alun-alun kota, pasar, mall, dan lain sebagainya), dan kalau perlu membuat poster atau banner untuk tas rajut yang telah diproduksi.
sumber: http://dwisukamti.blogspot.co.id/2015/02/proposal-rencana-bisnis_26.html











